Selasa, 18 juni 2019 Luka yang mereka torehkan sangat dalam,hingga jatuh ke jurang yang sampai sekarang. Bukankah kebagiaan kita yang buat namun nyatanya luka itu mengangga lebar tanpa tahi arahnya. Hingga tak dapat ku selipi dengan sejumput keindahan disana. Adakah pelagi ku lagi untuk menjadi pedoman hidup ini?entah,takdir yang indah membungkam khayalan siang hariku. Ku meratapi ya hanya itu yang ku bisa Aku hanya seongok kertas buram yang tak terpakai,selalu diacuhkan.sakit?sangat namun apa daya ku untuk memprotes semua yang ada. Ku harap malam ini aki bermimpi pelangi agar ku tetap melihat hijaunya alam. Tertanda Rindumu